Peristiwa Malam Asyura

Januari 15, 2008 pukul 12:48 am | Ditulis dalam khazanah | 1 Komentar
Tag:

Syeikh Mufid meriwayatkan kisah peristiwa malam Asyura dari Imam Ali Zainal Abidin Assajjad as yang menceritakannya antara lain sebagai berikut:

“Pada malam sebelum hari dimana ayahku syahid aku sedang sakit dan dirawat oleh bibiku, Zainab. Tanpa kuduga, tiba-tiba ayahku memasuki kemahku. Saat itu terdapat Jun, seorang budak yang sudah dibebaskan oleh Abu Dzar, sedang membenahi pedang milik ayahku. Saat itu, ayahku sempat melantunkan syair yang mengatakan:

‘Hai zaman, persahabatan bukanlah sesuatu yang abadi, kecintaan tanpa permusuhan bukan sesuatu yang berarti. Cukuplah siang dan malam sebagian dari sahabat menghendaki pembunuhan sambil menyembunyikan permusuhan. Namun, setiap kehidupan pastilah bergerak menuju kematian sebagaimana aku, kecuali Tuhan Yang Maha Agung.[1]

“Begitu mendengar syair ini aku yakin bahwa bencana akan segera tiba dan akan membuat manusia mulia itu pasrah kepada kematian. Karena itu, aku tak kuasa menahan tangis meski aku dapat menahan rasa takut. Namun, bibiku tak kuasa menahannya sehingga dia menangis keras dan membuka kerudungnya sambil beranjak mendekati ayahku dan berkata:

‘Hai kakakku dan cendera mataku! Hai khalifah para pemimpin terdahulu! Hai keindahan orang-orang yang akan datang, alangkah bahagianya seandainya kematian dapat mengakhiri kehidupanku sekarang juga.'[2]

“Ayahku berkata: ‘Alangkah beratnya musibah ini. Alangkah indahnya seandainya kematian mengakhiri kehidupanku. Kini aku bagai menyaksikan lagi kematian ibundaku, ayahandaku, dan kakandaku Hasan. Hai generasi orang-orang terdahulu! Hai penolong generasi yang menyusul, hanya kamulah yang aku miliki…’ “[3]

Diriwayatkan pula bahwa saat itu Imam Husain as memandangi adik perempuannya, Zainab, dan berkata:

“Hai adikku, syaitan tidak akan menghilangkan kesabaranmu. Sebagaimana penghuni langit juga akan mati, penghuni bumi tidak akan ada yang tersisa. Segala sesuatu akan binasa kecuali Allah. Ketentuan ada ditangan-Nya dan kepada-Nya-lah segala sesuatu akan kembali.”[4]

Kata-kata terucap dari bibir Imam Husain as sementara kedua matanya menitikkan air mata. Beliau berkata lagi: “Burung belibispun akan tentram dalam sarangnya bila ditinggalkan.”[5]

Hazrat Zainab as terus menangis sambil merintihkan kata-kata: “Betapa malangnya nasibku. Engkau terpaksa pasrah kepada kematian. Orang-orang telah meremukkan batinku. Segala sesuatu kini sangat menyakitkan jiwaku.” Sedemikian pedihnya perasaannya Hazrat Zainab sehingga dia akhirnya terjatuh ke tanah.

Imam Husain as menghampirinya dan mengusapkan sisa air ke wajah adiknya sambil berkata: “Tenanglah adikku. Bersabarlah karena kesabaran adalah suatu kebaikan yang diciptakan Allah. Ketahuilah sesungguhnya penghuni langit dan bumi pasti akan mati. Tak ada sesuatu yang abadi kecuali Allah. Kakekku, ayahku, dan saudaraku yang lebih baik dariku telah pergi meninggalkan dunia. Bagiku dan bagi setiap muslim ketataan kepada Rasulullah.”

“Demi hakku atasmu aku bersumpah semoga engkau sepeninggalku tidaklah mencakari wajahmu dan mengharapkan kebinasaan.”

“Sesungguhnya aku akan telah menyaksikan tak lama lagi engkau akan diperlakukan seperti budak. Orang-orang menggiringmu di depan iring-iringan kuda dan menyiksamu dengan siksaan yang amat buruk.”[6]

Imam Ali Assajjad as berkisah: “Ayahku membawa bibiku ke hadapanku kemudian beliau kembali mendatangi para sahabatnya untuk berunding tentang hari Asyura nanti.”

Catatan kaki:

[1] Bihar AL-Anwar juz 2 hal.316

[2] Nasikh Attawarikh juz hal.170

[3] Bihar AlAnwar juz 45 hal.2

[4] Sitaregan-e Dirakhsyan juz 5 hal.130

[5] Muntaha Al-Amal hal.248

[6] Anwar Assyahadah hal.161

SUMBER:
http://abatasya.net/tragedi-karbala/peristiwa-malam-asyura.html
Senin, 04 April 2005

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tragedi Karbala 10 Muharram 61 H

    10 Muharram 1429 H bertepatan dengan Sabtu, 19 Januari 2008.
    Tragedi Karbala adalah suatu peristiwa yang paling tragis dalam sepanjang sejarah manusia. Peristiwa tragis yang menimpa Al-Husein (sa) ini jauh sebelumnya telah diberitakan oleh malaikat Jibril kepada Rasulullah saw. Ummu Salamah isteri tercinta Rasulullah saw menuturkan: Ketika hendak tidur Rasulullah saw gelisah, ia berbaring kemudian bangun, berbaring dan bangun lagi. Aku bertanya kepadanya: Mengapa engkau gelisah ya Rasulallah? Rasulullah saw menjawab: “Baru saja Jibril datang kepadaku memberitakan bahwa Al-Husein akan terbunuh di Karbala. Ia membawa tanah ini dan simpanlah tanah ini. Jika tanah ini kelak telah berubah warna menjadi merah pertanda Al-Husein telah terbunuh.” Ummu Salamah menyimpan tanah itu.

    Sebelum meninggalkan kota Madinah, Al-Husein (sa) pergi berziarah ke pusara kakeknya Rasulullah saw. Di kubur kakeknya ia mengadukan segala perlakukan ummat terhadapnya, ia berdoa dan menangis sampai larut malam sehingga ia tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi Rasulullah saw datang kepadanya, memeluknya dan mencium keningnya. Dalam mimpinya Rasulullah saw bersabda: “Wahai Husein, ayahmu, ibumu dan kakakmu menyampaikan salam padamu, mereka rindu kepadamu ingin segera berjumpa denganmu. Wahai Husein, tidak lama lagi kamu akan menyusulku dengan kesyahidanmu.” Lalu Al-Husein terbangun.

    Di kubur kakeknya Al-Husein berjanji untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, menyampaikan Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya.

    Dalam suasana duka mari kita sampaikan salam:
    اَلسَّلامُ عَلَى الْحُسَيْنِ وَعَلى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ وَعَلى اَوْلادِ الْحُسَيْنِ وَعَلى اَصْحابِ الْحُسَيْنِ.
    Salam pada Al-Husein, salam pada Ali bin Husein, salam pada semua putera Al-Husein, dan salam pada semua sahabat Al-Husein.

    Selengkapnya kisah tentang tragedi karbala yang menyayat hati, klik di sini:
    http://shalatdoa.blogspot.com

    Bagi yang berminat ziarah Asyura yang lengkap dengan tek arabnya dan doa sesudah ziarah Asyura, silahkan download di bagian File:
    http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia

    Yang berminat Amalan Praktis dan doa-doa pilihan, silahkan klik :
    http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
    http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

    Wassalam
    Syamsuri Rifai


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: