MUI Akui Pengikut Syiah Bukan Aliran Sesat

Januari 14, 2008 pukul 9:11 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Mataram-RoL- – Pembina Al Qurba, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
(NTB), Hasyim Umar menyatakan, aktivitas keagamaan yang menganut
aliran Syiah tidak ada yang menyimpang dari ajaran yang diajarkan
Nabi Muhammad SAW.

“Pernyataan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menegaskan
bahwa pengikut Syiah bukan penganut aliran sesat, sebagaimana yang
sengaja dilontarkan elit tertentu di daerah ini,” katanya kepada
wartawan di Mataram, Minggu malam, sehubungan adanya penyerangan
sejumlah warga di Ampenan. Menurut dia, penyerangan sejumlah warga
Ampenan terhadap kelompok Syiah yang sedang melakukan aktivitas
pembacaan surat Yasin, takbir dan ceramah agama menyambut tahun baru
Islam merupakan tindakan tidak terpuji dari provokator yang sengaja
menyebarkan fitnah.

Aktivitas keagamaan yang dilakukan dalam menyambut tahun baru Islam
tidak ada yang menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad dan kitab yang
digunakan adalah Al Quran serta Al Hadist. “Tetapi elit yang menjadi
provokator sengaja menyebarkan rumor yang mendeskreditkan bahwa
seolah-olah pengikut Syiah melakukan aktivitas yang menyesatkan, ”
katanya.

Dikatakan, rumor negatif yang sengaja dihembuskan bahwa pengikut
Syiah membenarkan perkawinan tanpa disaksikan wali ataupun pengikut
Syiah memiliki nabi lain selain Nabi Muhammad SAW adalah tidak benar.
Pihaknya melaksanakan rukun Islam sebagaimana yang diajarkan dan
tidak ada penyimpangan sebagaimana yang diisukan selama ini terhadap
masyarakat awam, sehingga menyebabkan mereka melakukan pelemparan-
pelemparan saat melaksanakan aktivitas pengajian.

“Nabi yang kami agungkan adalah Muhammad, kitab Sucinya adalah Al
Quran, bahkan pelaksanaan ibadah haji juga sama tidak ada yang
menyimpang, tetapi mengapa mereka harus melakukan tindakan tidak
terpuji seperti ini,” katanya. Hasyim menjelaskan pihaknya dalam
melaksanakan aktivitas menyambut tahun baru Islam telah memberi tahu
lurah dan masyarakat setempat dan dinyatakan tidak ada masalah,
artinya sudah ada restu dan izin.

Aktivitas tersebut juga tidak sampai menimbulkan kebisingan bagi
warga setempat sehingga tidak ada alasan sejumlah warga yang datang
berbondong-bondong melakukan penyerangan. Penyerangan yang dilakukan
sejumlah masyarakat tersebut terjadi sekitar pukul tujuh malam
sehabis salat Maghrib, sekelompok massa melakukan penyerangan namun
berhasil dihalau oleh aparat kepolisian, sehingga tidak sampai
terjadi kerusakan maupun korban jiwa.

Kapolres Mataram AKBP Triyono yang datang bersama dengan Walikota
Mataram, H. Moh. Ruslan, SH, meminta pihak Al Qurba untuk
menghentikan sementara aktivitas itu dan memulangkan sejumlah
undangan ke tempat masing-masing menggunakan kendaraan kepolisian.

Pihaknya sempat mendapat penjagaan dan pengawalan pihak kepolisian
guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, meskipun sempat
terjadi pelemparan polisi berhasil mencegah sehingga tidak ada
kerusakan yang berarti.

Dari pantauan wartawan, pengawalan polisi dari Polsek Ampenan dan
Polres Mataram berlangsung hingga larut malam, setelah sejumlah massa
yang sempat berkonsentrasi berhasil dibujuk membubarkan diri.

antara/mim(Senin, 14 Januari 2008 14:02:00)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: