Siapa yang Berkhianat

Oktober 29, 2007 pukul 6:57 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar

Oleh AHMAD DIMYATI

SEBAGAI seorang muslim, saya, mungkin kita semua mengalami dilema. Di tengah greget kita terhadap perlakuan kasar pemerintah Malaysia terhadap TKI ilegal, mereka melakukan tindakan lain. Setelah memenangkan sengketa dengan meraih pulau Sipadan dan Ligitan, mereka melakukan provokasi dengan mengklaim pulau lain yang merupakan bagian negara Indonesia.

Dilema saya mungkin juga kita khususnya adalah adanya kesamaan ideologi (agama) yang dipeluk mayoritas penduduk Malaysia dengan Indonesia, yaitu Islam, sehingga kita harus berbaik-baik dan berdampingan dengan mereka. Namun, upaya dan tindakan pemerintah Malaysia mencaplok atau mengklaim kepemilikan dan hak pengelolaan sebagian wilayah Indonesia, bagi saya adalah “pengkhianatan” dan tindakan tidak adil yang susul-menyusul dengan tindakan sebelumnya mengusir saudara saya yang lemah, para TKI ilegal. Kenapa pemerintah Malaysia tidak menekan pengusaha-pengusaha di sana agar mengurus passport atau lainnya yang dapat melegalkan para TKI? Mengapa yang menjadi korban adalah orang-orang lemah, yang sampai di sana pun mungkin karena kebutuhan mendesak atau mungkin tertipu calo? Tidak cukupkah alasan TKI yang tidak mau pulang karena tidak memiliki ongkos disebabkan gaji yang belum dibayar? Dan dengan klaim atas pulau tertentu, sadarkah pemerintah di sana bahwa hal ini mungkin rekayasa global yang akan memecah persaudaraan sesama muslim dan bangsa serumpun khususnya Indonesia-Malaysia sebagaimana pernah terjadi tahun 60-an. Sudah lupakah pemerintah di sana terhadap pekik heroik dan nasionalis dari bangsa Indonesia, “Ganyang Malaysia …”?

Sekali lagi, saya mungkin juga kita dilema. Penduduk Malaysia adalah saudara kita. Namun, saya mungkin kita berang kepada pemerintah di sana yang berusaha mengusik keutuhan wilayah Indonesia dan memberi konsesi kepada perusahaan asing (Eropa/Amerika) untuk mengelola dan mengambil sumber dayanya. Padahal, pemerintah kita telah memberi konsesi pengelolaannya terhadap perusahaan lain. Tidak lebih baikkah pemerintah Malaysia mempelopori tetangganya yang sedang “terpuruk” untuk bekerja sama mengelola sumber daya alam bersama seperti pernah dilakukan dengan terciptanya kawasan bisnis Sijori (Singapura-Johor-Riau). Sudah “kemaruk”-kah pemerintah di sana dengan ingin menguasai jengkal perjengkal wilayah Indonesia setelah berhasil memenangkan sengketa Sipadan dan Ligitan. Bagi saya pemerintahan yang memiliki “sikap ketidakadilan” terhadap sesama, tidaklah mewakili Islam. Islam adalah agama keadilan dan agama kesetiaan. Orang-orangnya pun termasuk pemerintah dan bangsa Malaysia jika ingin disebut Islam harus berbuat adil kepada siapa pun.

Serasa saya, saya mungkin juga kita bukanlah seorang nasionalis, dan saya mungkin kita termasuk pengecam kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, karena lebih banyak menyengsarakan dari pada menguntungkan rakyatnya. Dan itu pun bagi kita bentuk ketidakadilan lain yang dilakukan pemerintah. Namun, melihat negeri tetangga yang merasa sudah lebih mapan mau merongrong keutuhan bangsa, saya ingin menunjukkan perlawanan terhadap ketidakadilan. Sekali lagi penduduk Malaysia terutama muslimnya adalah saudara kita, tetapi pemerintahannya adalah agressor jika jadi mencaplok dan harus dilawan.

Selain itu, saya mungkin juga kita melihat tanda lain, yang mungkin benar atau mungkin salah. Saya melihat ada grand strategi untuk membuat terjadinya konfrontasi sesama negara muslim. Siapa pelakunya, saya yakin kalau tidak Amerika cs., ya zionis Yahudi. Dua kekuatan ini, kini sedang memiliki garapan utama yaitu menaklukkan Timur Tengah. Dan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan provokasi Malaysia ke Indonesia di Blok Ambalat, Amerika dan Israel sedang menekan Suriah yang harus menarik pasukannya dari Libanon Selatan. Penarikan pasukan Suriah sangat penting untuk memuluskan dominasi kekuatan Israel di Timur Tengah, karena selama ini Israel mendapat batu sandungan dari daerah Libanon Selatan yang dikuasai pasukan Hizbullah dukungan Suriah dan Iran. Bahkan, tentara Israel pun mengalami kekalahan di wilayah tersebut. Kini Suriah hampir akan menarik pasukannya, dan mungkin Israel akan mulai memainkan politik dan militer di sana. Adapun kaum muslim di belahan dunia khususnya di Asia akan sibuk mendamaikan Indonesia dan Malaysia jika jadi perang. Mungkin Amerika akan mulai ikut campur baik secara politik atau militer, dan ada kemungkinan seperti di Aceh, mereka akan mengirimkan kapal induk.

Serasa saya mungkin kita semua bukan pembenci kepada siapa pun. Namun kebencian saya mungkin kita terkadang muncul jika ada ketidakadilan dan penindasan termasuk oleh saudara sendiri, apalagi oleh orang lain, apalagi oleh orang atau bangsa yang memusuhi dan menyebut Islam sebagai teroris. Bagi saya mungkin kita agama adalah kesetiaan. Kita harus siap disebut tidak beragama jika tidak setia. Agama bagi saya mungkin kita adalah kedilan, dan siap dicap tidak beragama jika tidak adil. Saya ingin mengabarkan sesuatu dari Rasulullah. “Ada empat hal yang jika salah satunya masuk ke dalam rumah (atau tatanan) maka porak-porandalah tatanan itu. Keempat hal itu adalah pengkhianatan, pencurian, perzinaan, dan minuman khamer.”

Saat ini, bangsa kita telah terpuruk akibat pencurian (korupsi,dll), perzinaan, dan minuman khamer (termasuk narkoba). Setelah ini, apa jadinya jika kita dikhianati saudara kita? Na’uudzubillahi min dzaalik (kami berlindung kepada Allah dari semuanya itu).

AHMAD DIMYATI,
Editor Buku-buku Pelajaran

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: