Kematian Sejarah

Oktober 4, 2007 pukul 12:44 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar

Oleh MUSA KAZHIM

BEBERAPA pekan lalu, saya berdebat keras dengan beberapa teman berkenaan dengan sejarah. Saya katakan bahwa kita tak bisa membangun akidah berdasarkan pada catatan para penulis sejarah. Pasalnya, sejarah adalah rekaman masa lalu yang tidak selalu ditulis oleh mereka yang punya motivasi baik. Bahkan, sejarah seringkali adalah hasil interpolasi dan pemutarbalikan fakta yang dilakukan secara canggih demi memenangkan penguasa atau melanggengkan kekuasaan atau (ini yang paling mengeringan) menutupi kebenaran.

Lebih jauh saya katakan bahwa manusia yang berpegang pada sejarah untuk membangun dasar-dasar akidahnya sama saja dengan orang buta yang ingin memandu orang buta lain. Bila sedang mujur, kedua orang buta bisa selamat sampai tujuan. Tapi, bila dewi fortuna tidak sedang berada di sisi mereka, maka nasib mereka bakal tersandung kesesatan sebesar planet Mars. Dan untuk urusan akidah atau pandangan dunia, kita semestinya tidak mengambil pola untung-untungan seperti itu.

Jadi, tak ada jalan lain kecuali kembali kepada akal dan logika. Dengan pisau akal kita belah semua keraguan, terutama keraguan menyangkut kehidupan masa lalu. Tanpa panduan akal dan logika, sejarah sering kali jsutru membawa kita pada kesesatan yang lebih jauh, membenamkan kita dalam kekonyolan yang lebih mengerikan.

Sebagian teman yang hadir dalam diskusi itu menolak tegas pernyataan saya. Mereka menyatakan bahwa saya terlalu ekstrem dalam bersikap. Boleh jadi mereka benar. Tapi, pengalaman hidup manusia menunjukkan bahwa dusta dapat dengan mudah disarukan sebagai fakta. Dengan sedikit sentuhan fantasi dan bantaun arkeologis, sejarah dapat berubah menjadi cerita dusta yang kemudian berkembang menjadi legenda dan akhirnya menjadi mitos.

Hasil investigasi Robert Fisk tentang penjarahan besar-besaran atas museum-museum Mesopotamia yang sebagian berusia 2000 tahun lebih memperteguh pandangan saya di atas. Hanya Allah yang tahu apa jadinya bila semua artefah jarahan para penjajah itu dicetak-ulang menjadi tapestri yang kelak disebut sebagai sejarah manusia. Bukankah segalanya akan terbalik-balik?

http://musakazhim.wordpress.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: