Persoalan Waktu Buka Puasa

September 27, 2007 pukul 5:48 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar

Oleh ARIS MUNAWAR

JIKA disuruh memilih mana yang lebih aman atau selamat jika ada dua perbedaan pendapat:

1. Berbuka pada waktunya (sunni) dalam keadaaan adzan magrib dan cahaya matahari masih terang dan juga untuk memenuhi sebuah hadits “disunnahkan segera berbuka ketika datangnya magrib” kira-kira begitu bunyinya.

2. Menunggu gelapnya malam (syiah) ya kira-kira 15-20 menit setelah adzan magrib di pulau Jawa, untuk mengkuti petunjuk Al-Quran Al-Baqarah ayat 187 (kalo gak salah) ” dan sempurnakanlah puasamu sampai datangnya waktu malam“. Tidak bertentangan dengan hadits Imam Ja’far as.

Imam Ja’far al-Shadiq as berkata: “Waktu Maghrib adalah ketika terbenamnya matahari yaitu hilangnya bulatan matahari.” [Lihat: Al-Hurr al-Amili, “Wasa’il al-Syi’ah”, jilid 4, hal. 178].

Imam Ja’far al-Shadiq as juga berkata: “Jika mega merah telah hilang dari sini (yaitu langit timur), maka berarti matahari telah menghilang dan terbenam.” [Lihat: Al-Hurr al-Amili, “Wasa’il al-Syi’ah”, jilid 4, hal. 172].

Kedua riwayat ini secara tegas menjelaskan tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan “matahari terbenam” yang menjadi standar masuknya waktu Maghrib, yaitu ketika mega merah telah menghilang dari langit timur.

Fatwa Rahbar : Waktu berbuka adalah Maghrib yaitu terbenamnya bola matahari di ufuk Barat.

Jika ternyata yang benar adalah pilihan pertama, maka Anda cuma kehilangan fadhilah berbuka di awal waktu. Tetapi jika pilihan nomer dua yang benar, maka celakalah Anda tidak tanggung-tanggung sia-sia amal ibadah yang telah dikerjakan capek-capek seumur hidup. Anda hanya menunggu 15-20 menit saja tetapi Anda membatalkannya – 12 jam sia-sia selama Anda berpuasa.

Allah menetapkan aturan waktu dengan sangat sempurna, ketika kita berbuka satu detik pun sebelum waktu yang telah ditetapkan mungkin akan dipandang sebagai ketidaksempurnaan dan tidak dipandang sama sekali. Itu baru dari sisi syariat belum dari sisi batiniahnya. Kehati-hatian memilih dari berbagai pendapat adalah sikap yang sangat bijak.

Kerugian yang didapatkan mungkin selaras dengan makna hadits dan al-Quran berikut.
“……Tidak lain yang didapatkan hanyalah lapar dan haus semata” (al-Hadits). “Pada hari itu celakalah kami karena seluruh amal-amal ibadah kami sia-sia belaka….. Ketika anda mengikuti yang bukan ahlinya itulah yang didapatkan” (QS Isra: 36).

Jika Al-Quran menyuruh kita menyempurnakan puasa (secara syariat QS.2:187), apakah kita lebih memilih untuk tidak sempurna? Apakah sama antara terang matahari dan malam? Jika tidak sama, itu berarti ada orang-orang yang puasanya tidak sempurna karena berbuka pada saat masih terang matahari. Apakah hadits lebih utama dibanding Al-Quran? Apakah ada hadits-hadits palsu? Saya tidak mengatakan di atas adalah hadits palsu.

Jika ada orang yang meriwayatkan hadits beribu-ribu – jauh lebih banyak dibanding yang diriwayatkan keluarga dan sahabat terdekat Rasulullah, padahal mungkin hanya pernah bertemu Rasulullah satu dua kali itu pun pada tahun-tahun terakhir sebelum Rasulullah wafat dan haditsnya banyak berkenaan dengan makanan, dan minuman. Dia yang memiliki kantung makanan yang diikat dipinggangnya, pekerjaannya hanya mengunyah dan membuat hadits baru untuk menyenangkan khalifah agar mendapat imbalan makanan dan uang. Itulah orang yang semoga tidak meriwayatkan hadits di atas.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk meruncingkan perbedaan pendapat antara mahzab syiah dan ahlul sunnah tetapi untuk memberi sharing, kesempatan berpikir dan memilih yang terbaik di antara perbedaan-perbedaan yang ada. Jawaban dan pilihan tentulah ada di hati Anda. Saya pun tak luput dari kekhilafan. Mungkin ahli fiqih dan tafsir yang lebih afdhal menjelaskannya. Selamat menunaikan ibadah puasa!!!

Email: arismunawar@yahoo.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: