Berkah Sebuah Kalung

September 14, 2007 pukul 12:04 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar

SUATU, seorang miskin dan tua dari luar kota Madinah datang ke ke masjid Nabi Saw seusai shalat berjamaah dan meminta pertolongan. Si miskin tua sudah berhari-hari menahan lapar. Dengan wajah sedih dia berharap bantuan dari jamaah. Nabi menyaksikan si miskin tak mendapatkan jawaban dari para sahabatnya. Nabi berkata kepadanya bahwa beliau tidak memiliki sepeser uang pun ketika itu, akan tetapi meminta si tua miskin untuk meminta pertolongan kepada putrinya Sayyidah Fatimah as.

Si miskin tua segera bergegas menuju rumah Fatimah dan berkata: “Assalamun ‘alaikum, Wahai puteri Nabi. Aku adalah seorang miskin dan lapar, tolonglah Aku. Aku adalah orang asing dari luar kota Madinah dan Aku tidak punya uang untuk pulang. Ayahmu, Rasulullah saw menyuruhku untuk datang kemari menemuimu.”

Fatimah pun bingung mencari sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada si miskin. Lalu, mata Fatimah tertuju pada sehelai tikar kecil dari kulit kambing. Ia pun memberikannya kepada si Miskin. Namun, si miskin tua merasa tidak bisa puas dengan tikar kulit kambing itu. Fatimah merasa tidak memiliki sesuatu apa pun untuk diberikan kepada si orang tua kecuali sebuah kalung. Sayidah Fatimah sedemikian pemurahnya sehingga ia segera melepas kalung tersebut dan menyerahkannya kepada si miskin tersebut.

Si miskin tua lalu pergi ke masjid dan melaporkan hadiah kalung dari Fatimah kepada Nabi. Begitu sedih hati Nabi, karena kalung itu adalah satu-satunya peninggalan Khadijah untuk putrinya Fatimah.

Ammar bin Yasir berdiri dan meminta kepada si tua miskin untuk membayari kalung tersebut. Lalu si tua miskin meminta makanan, sebuah baju dan beberapa keping uang. Ammar pun memberikannya dan pergilah si tua itu dengan gembira. Lalu, Ammar berkata kepada budaknya untuk mengembalikan kalung tersebut kepada Fatimah dan sekaligus menghadiahkan budak itu kepadanya.

Kontan Fatimah berterima kasih kepada budak Ammar yang telah mengembalikan kalungnya dan langsung memberikan kebebasan kepadanya. Lalu Sayyidah Fatimah berkata, “Betapa khususnya kalung ini! Dia memberikan makanan kepada orang yang lapar dan memberikan kepadanya pakaian dan kekayaan. Lalu membebaskan seorang budak dan kini kembali kepada pemiliknya!”

Tentu bukanlah hal yang mudah untuk menyedekahkan barang yang sangat kita cintai. Namun Islam dalam seluruh ajarannya berupaya untuk mendidik jiwa agar kita menjadi pribadi-pribadi yang sangat peduli dengan nasib orang lain dan mengedepankan kepentingan mereka dari pada kepentingan diri sendiri. Sesuai firman Allah bahwa kebaikan itu adalah di saat kita menginfakkan barang yang kita cintai (QS. Ali ‘Imran : 92).

Pelajaran kisah Fatimah sangat penting bagi kehidupan kita di Indonesia. Di saat kanan-kiri kita banyak yang harus menahan lapar dengan pekerjaan yang tidak menentu. Sementara kita hidup dengan kenikmatan dan kecukupan.

Tidakkah kita peduli untuk menyisihkan sebagian harta yang Allah karuniakan kepada kita untuk mereka? Sebagaimana sabda Nabi : “Tidak beriman salah seorang di antara kalian jika ia tidur kenyang sementara di sekitarnya terdapat orang-orang yang tidak dapat tidur karena lapar.” Meskipun di saat kita tidak memiliki kemampuan untuk membantu secara langsung karena keterbatasan materi.

Maka, kita tetap harus membantu dengan cara lain, misalnya menunjukkan jalan, seperti yang dilakukan oleh Nabi dalam kisah di atas.

Jenis infak yang dilakukan Fatimah adalah yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan sekaligus mengenyangkan orang yang lapar, membelikan baju, mengembalikan sang musafir ke kotanya dan membebaskan seorang manusia dari perbudakan.

Kita pun dituntut untuk banyak melakukan perbuatan sosial seperti itu, misalnya dengan membantu pembangunan sekolah, pusat-pusat training keterampilan dan proyek-proyek sejenisnya, sebab dengan bantuan kita itu mereka yang buta huruf bisa melek huruf dan dengan modal keterampilan itu ia dapat melakukan berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Penulis ABDULLAH BEIK
Agama, Edisi 21 Majalah Adil
http://adilnews.com

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: