Tanggapan untuk artikel “Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen”

September 4, 2007 pukul 3:31 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar

Oleh MUSADIQ MARHABAN

Menurut hemat saya, artikel kajian historis ini kurang lengkap karena tidak di dukung data-data yang kredibel. Di samping itu, kajian ini sangat terbatas dan benar seperti antum katakan penggiringan opini dengan data data yang terkesan spekulatif. Sebagai contoh, apabila Muhammad saw dipengaruhi ajaran Kristen, maka mengapa dia menyampaikan berbagai pemikiran yang justru tidak sejalan dengan ajaran Kristen? Bukan hanya sebatas itu, banyak kisah-kisah kenabian Al-Qur’an yang justru berbeda dari berbagai pemberitaan yang ada di PL (Perjanjian Lama) dan PB (Perjanjian Baru), meskipun tokoh-tokoh nabinya sama; dan baik Yahudi maupun Kristen tidak memiliki catatan historis tentang hal ini. Kasus Samiri bisa dijadikan contoh, sedangkan seluruh naskah masoretik menyebutkan bahwa peristiwa patung tuangan didalangi oleh Nabi Harun as sendiri. Dan masih banyak kasus-kasus kenabian lainnya yang bisa diangkat sebagai contoh.

Adapun soal kelompok hanif yang disebutkan penulis, maka hal ini bukan pemikiran baru, tapi sudah ada sejak lama yang dibukukan di Encyclopedia of Judaism. Pemikiran ini diusung sejak zaman Rabbi Moshe ben Maimun. (Silahkan rujuk buku saya di The Hidden Prophecies). Intinya, kisah ini sudah basi dan tidak ada rujukannya dalam sejarah kearaban, keisraelan, apalagi kontemporer.

Jadi, pemikiran ini hanya hasil copy-paste dari Encyclopedia of Judaism saja, sehingga bukan hal baru! Meskipun mungkin, ini hal baru bagi JIL (Jaringan Islam Liberal) atau Muslimin di Indonesia.

Penulis mengatakan:

“Yang kedua adalah komunitas Ahli Kitab. Ini sebutan bagi pemeluk agama Yahudi dan Kristen. Orang Kristen di kalangan Islam disebut sebagai Nasrani yang dinisbatkan pada al-Nâshirah atau Nazaret, asal Isa al-Masih. Namun, bagi orang Kristen mayoritas, Nasrani di Jazirah Arab adalah sebuah sekte. Berbeda dengan bangsa Arab yang mandul dari kenabian, bangsa Yahudi subur dengan kenabian. Dua komunitas itu punya satu misi. Sama-sama memusuhi kaum pagan. Pada masa itu mereka tersebar luas di Jazirah Arab. Orang Yahudi bermukim di Yastrib (Madinah), orang Kristen menunjukkan pengaruhnya di Mekkah.”

Tanggapan:

Menurut saya, uraian ini agak kacau dan tidak memiliki basis rujukan yang lengkap dan solid. Persoalannya, kalau Kristen mayoritas saat ini menganggap kelompok al-Nashirah atau Nazaret adalah suatu sekte, lalu bagaimana dengan istilah Kristen yang justru muncul di periode Paulus. Maksud saya, apakah nama pengikut Yesus, sebelum Paulus mendeklarasikan nama Kristen bagi kelompoknya di Antiokhia? Tanpa ada penjelasan, relasi yang mau dibangun sampai ke era Muhammad saw menjadi tidak relevan dan kontekstual.

Sebelum membahas soal kenabian, baik itu dari Bani Israel-kah atau Ismail-kah atau dari orang Jepang sekalipun, maka sebaiknya kita mempertanyakan dulu, apakah jabatan kenabian itu memang faktual ADA ataukah TIDAK ADA? Lalu, apakah kenabian itu? Si penulis jelas belum membangun kajian historis yang solid dan relevan serta kontekstual dengan pemaparan yang ingin dipaparkannya.

Penulis mengatakan:

“Menurut Al-Ya’qubî dalam Tarîkh: orang Quraisy yang memeluk Kristen dari Bani Asad antara lain adalah Utsman bin al-Huwairits dan Waraqah bin Naufal. Khadijah yang istri Muhammad berasal dari bani ini. Informasi yang lebih menarik datang dari Muhammad bin Abdillah al-Azraqi dalam Akhbâr Makkah (Kabar-kabar Mekkah), tentang gambar dan arca Isa (Yesus) bersama ibunya, Maryam (Maria), di Kabah. Ketika berhasil menaklukkan Mekkah dari pemeluk pagan, Muhammad membersihkan Kabah dari segala perupaan, kecuali Isa dan Maryam. Arca tersebut baru hancur bersama puing-puing Kabah akibat perang di era Yazid bin Muawiyah.”

Tanggapan:

Apakah Yazid bin Muawiyah pernah menyerang Mekah? Kapan? Ini setelah pembantaian Imam Husein ataukah sesudahnya? Tolong diminta agar lebih spesisifik?

Sedangkan analisa selebihnya berasal dari si penulis sendiri menurut konteks sejarah yang berupaya dipahaminya. Jadi, saya pribadi tidak keberatan. Intinya, dia tetap menyetujui bahwa kenabian dan pewahyuan itu ada, meskipun kenabian dan pewahyuan itu menurut persepsinya adalah “hasil dari eksperimentasi kolektif setelah melalui proses kreatif yang sangat panjang.” Substansi inilah yang seharusnya dianalisa secara seksama. Maksudnya, apakah kenabian dan pewahyuan itu hasil dari eksperimentasi kolektif setelah melalui proses kreatif yang sangat panjang?

Selebihnya menurut saya, adalah beberapa hipotesa sejarah yang sebenarnya masih membutuhkan konfirmasi akademis, terutama agar bisa memenuhi kriteria kajian yang rasional dan kontekstual. Artinya, kajian ini belum membuktikan apakah Muhammad saw memang pernah dipengaruhi ajaran Kristen? Ataukah Nazaret? Ataukah justru sekte Hanif? Ataukah perpaduan dari seluruhnya, misalnya. Sebab, si penulis tidak konsisten dalam menyifati perbedaan antara Nazarean dan Kristenan? Dan mana yang lebih dulu ada? Apakah Muhammad saw dipengaruhi Kristen atau Nazarean, dan lain sebagainya. Penulis belum menjabarkan persoalan ini secara lebih proporsional.

Sebagai penutup, si penulis sendiri kelihatannya tetap mengakui bahwa kenabian Muhammad itu benar ADA-nya . Adapun yang dipersoalkan olehnya adalah seputar definisi kenabian dan pewahyuan itu sendiri?

Menurut saya, artikel ini kurang menukik ke substansi perihal apakah jabatan kenabian dari Tuhan kepada spesies manusia itu memang benar adanya ataukah tidak ada? Lantas apakah kenabian itu? Yang jelas, si penulis belum menyelesaikan kajiannya yang paling fundamental …

Salah satu topik lain yang ingin saya sumbangkan kepada si penulis artikel dan masih perlu penjelasan lebih jauh adalah: bahwa relasi kenabian Muhammad di dalam Al-Qur’an dibangun melalui suatu kolesi riwayat PL tentang akan munculnya seorang Mesiah terakhir bagi umat manusia dalam tradisi Yahudi.

Jadi, selain menyebutkan dua sekte (Hanif dan Nazarean) yang sebenarnya masih disangsikan keberadaanya, maka alangkah baiknya jika si penulis juga menjelaskan tentang hubungan Muhammad dengan berbagai ayat-ayat Al-Qur’an ataupun Alkitab yang menposisikan Muhammad saw sebagai sosok Mesiah Universal yang ada di dalam Alkitab. Dan sejarah mencatat bahwa Abdullah bin Salam dan beberapa tokoh Yahudi menerima penubuatan kenabian ini dengan berpindah dari agama Yahudi ke agama Islam. Syukran.

MUSADIQ MARHABAN,
e-mail: mmusadiq@yahoo.com
milis: islam_alternatif@yahoogroups.com

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: