Kenabian Urusan Langit!

September 4, 2007 pukul 3:43 am | Ditulis dalam khazanah | Tinggalkan komentar

KORAN Kompas, Sabtu, (01/9) memuat sebuah tulisan panjang Mohammad Guntur Romli, aktivis Jaringan Islam Liberal, dengan judul �Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen�. Ide ini sebenarnya tidak orisinil milik Romli, tapi telah dibahas lama oleh Abdul Karim Soroush setelah meluncurkan ide �Pengembangan dan Penyusutan Penafsiran Agama�. Menurut Soroush pengalaman kenabian bukan khas milik seorang yang akan diutus oleh Allah, tapi pengalaman spiritual itu dapat dicapai oleh setiap orang. Hal yang sama dilakukan oleh urafa dalam mukasyafahnya. Intinya, mukasyafah yang dilakukan oleh oleh setiap Nabi dapat dilakukan oleh orang lain.

Romli kelihatannya menerima penjelasan ini, namun ingin membuktikan itu tidak hanya secara filosofis sebagaimana yang dilakukan Soroush, tapi ingin dibuktikannya secara historis.

Romli kemudian membangun asumsinya dengan mereka-reka adanya sebuah kelompok koalisi keluarga Al-Hanifiyah (Bani Hasyim) dan keluarga Kristen (Bani Asad) yang diwakili oleh Khadijah. Menurut Romli, �Dua komunitas tersebut telah membangun suasana-suasana kenabian�. Ini sesuai dengan pandangan Soroush yang ingin menurunkan masalah kenabian hanya sekadar masalah sosial biasa yang tidak ada hubungannya dengan �langit�. Kenabian hasil rekayasa dua keluarga ini.

Romli melewati masalah trinitas yang ditolak mentah-mentah Al-Quran. Ia begitu yakin bahwa tokoh-tokoh Kristen yang ada meyakini hal yang sama dengan Al-Quran. Tapi mungkin Romli benar, yang penting bagi koalisi ini adalah melawan pagan. Namun, tulisannya tidak menunjukkan hal itu. Ia menulis, �Keluarga al-han�fiyah (Bani Hasyim) dengan Khadijah yang berasal dari keluarga Kristen (Bani Asad) adalah koalisi kelompok ketauhidan melawan kelompok pagan�. Romli dengan berani memasukkan keluarga Kristen yang diwakili Waraqah bin Naufal dalam kelompok ketauhidan, hal yang ditentang oleh Al-Quran.

Tokoh-tokoh yang dijadikan andalan Romli tidak diterima begitu saja oleh seluruh umat Islam. Setidak-tidaknya, Syiah tidak percaya dengan kisah-kidah yang dinukil Romli dalam tulisannya. Sejak awal, Syiah memandang masalah ini telah selesai dalam tataran teologi, bahwa seorang yang akan diutus menjadi Nabi, sadar akan dirinya bakal menjadi Nabi. Sebagaimana dalam ayat-ayat Al-Quran menjelaskan kisah Nabi Isa as. Peristiwa bicaranya ketika masih bayi adalah mukjizat, tapi isi ucapannya menunjukkan beliau tahu persis sebagai utusan Allah. Hal itu juga berlaku atas Nabi Muhammad saw.

Oleh karenanya, Syiah tidak meyakini adanya tokoh-tokoh yang diceritakan sebagai penasihat spiritual Nabi seperti Waraqah bin Naufal. Peristiwa diutusnya seseorang menjadi nabi bukan peristiwa biasa. Selain itu, bila kita menerima analisa Romli, bahwa kenabian Muhammad dipengaruhi sejumlah tokoh-tokoh cendekiawan Kristen, semestinya ini dianalisa lebih lanjut pada pemikiran Nabi lewat hadis-hadisnya. Sayangnya, Romli terlalu terburu-buru melewatkan hal ini dengan kejadian Nabi tidak berpoligami selama Khadijah masih hidup.

Masalah keummian yang menjadi salah satu kelebihan Nabi Muhammad saw, ditafsirkan secara rendah oleh Romli. Ia menggambarkan Nabi setiap harinya berjalan-jalan ke pasar bukan untuk berbelanja. Nabi setiap harinya kerjanya menyimak apa yang terjadi di sana untuk kemudian disampaikan ke Khadijah yang akan dilanjutkan ke penasihat spiritualnya Waraqah. Hal itu karena di pasar para penyair Kristen dan al-han�fiyah melantunkan syair-syair keagamaan mereka di pasar-pasar Mekkah, khususnya di Ukadz. Anehnya, Romli berdalil dengan ayat Al-Quran surat Al-Furqan ayat 7 mengenai pertanyaan kaum musyrikin �Mengapa Rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?� Kata pasar dalam ayat ini sebagai contoh untuk menetapkan bahwa seorang Nabi semestinya berasal dari malaikat. Karena malaikat tidak makan dan tidak ke pasar. Mereka mencari alasan menolak kenabian Nabi Muhammad saw. Lebih dari itu, ayat ini menunjukkan bahwa Muhammad telah menjadi Nabi, tidak seperti anggapan Romli.

http://indonesian.irib.ir

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.